Menu Lawskripsi

Terdapat 61 Tamu online

Chat dgn Lawskripsi

Cetak E-mail

JUAL BELI MATA UANG DITINJAU DARI HUKUM ISLAM

 A. Latar Belakang

            Pada dasarnya uang diciptakan orang karena kebutuhan untuk mempertukarkan barang. Pada awalnya ketika kehidupan masih sederhana dan jumlah barang yang dapat diproduksi masih kecil pula kebutuhan orang akan kebutuhan uang sebagai  alat tukar menukar.

            Kegiatan jual beli mata uang ataupun penukaran mata uang ini sebenarnya  sudah sejak dahulu telah terjadi, sebelum adanya bank-bank seperti sekarang ini. Namun karena kemajuan internal atau karena semakin pentingnya perhubungan dengan dunia luar maka seharusnyalah jual beli mata uang dilakukan dan ditangani oleh bank-bank konvensional atau bank-bank Islam lainnya.

            Suatu contoh misalnya dalam Bank Islam yang dipegang oleh perusahaan al-Rajhi yang didirikan pada tahun 1983. Bank ini telah mempraktekkan jual beli mata uang dengan cara tradisional. Namun dalam perkembangannya jual beli mata uang dengan cara tradisional tersebut dianggap sudah tidak memadai mengingat perkembangan jaman seperti dewasa ini.

            Maka perusahaan al-Rajhi meminta izin agar perusahaannya untuk dijadikan Bank Islam. Perusahaan itu memberi nama  Bank Islam karena sifat usahanya berbeda dengan Bank Konvensional pada umumnya dan para nasabahnya kaum Muslimin yang taat beribadah.

            Dalam perkembangan selanjutnya walaupun jual beli mata uang sudah dipegang oleh bank-bank konvensional dengan bank-bank Islam lainnya, namun praktek jual beli mata uang secara tradisional masih tetap dilakukan oleh masyarakat atau segelintir orang yang sampai sekarang ini masih ada, bahkan jual beli mata uang ini dilakukan  pula secara ilegal, sehingga jual beli mata uang tersebut akan mengakibatkan ketidak tentuan perekonomian suatu negara, yang pada gilirannya akan mengakibatkan krisis moneter pada atau dialami oleh negara-negara berkembang seperti halnya yang terjadi sekarang ini, banyak dan hampir sebagian besar negara-negara Asia mengalami krisis moneter yang berkepanjangan, di mana hal tersebut banyak diakibatkan oleh ulah para oknum-oknum tertentu yang salah satu diantaranya adalah praktek jual beli mata uang yang dilakukan secara ilegal.

            Oleh karena jual beli mata uang banyak menimbulkan dampak-dampak yang negatif, maka dalam Islam ketentuan jual beli mata uang harus jelas dan haruslah memenuhi syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh orang-orang yang melakukan transaksi.

            Sebab kalau kita telah lebih jauh jual beli mata uang banyak macamnya dan beraneka ragam, namun transaksi tersebut sebenarnya terjadi hanya meliputi jual beli  mata  uang dengan mata uang lainnya yang sejenis ataupun jual beli mata uang suatu negara dengan mata uang negara lain (Valuta Asing). Transaksi tersebut adakalanya antara barang yang sama-sama ada, atau sama-sama berupa tanggungan, dan secara mutlak terjadi antara yang ada dengan tanggungan.

B. Rumusan dan Batasan Masalah

1. Bagaimana status hukumnya jual beli mata uang dalam konteks hukum Islam ?

2. Bagaimana batasan/ketentuan jual beli mata uang menurut hukum Islam ?