Menu Lawskripsi

Terdapat 47 Tamu online

Chat dgn Lawskripsi

E-mail

TINJAUAN YURIDIS ATAS PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMAIN SEPAK BOLA ATAS PERJANJIAN KERJA DENGAN KLUB SEPAK BOLA 

(Tinjauan Yuridis Perjanjian Kerja Antara Khoirul Anam Dengan PERSEBAYA).

 

A. Latar Belakang

PSSI (Persatuan Sepakbola seluruh Indonesia ) yang dibentuk 19 April 1930 di Yogyakarta. Sebagai organisasi olahraga yang dilahirkan di Zaman penjajahan Belanda, Kelahiran PSSI betapapun terkait dengan kegiatan politik menentang penjajahan. Jika meneliti dan menganalisa saat- saat sebelum, selama dan sesudah kelahirannya, sampai 5 tahun pasca Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, jelas sekali bahwa PSSI lahir, karena dibidani politisi bangsa yang baik secara langsung maupun tidak, menentang penjajahan dengan strategi menyemai benih–benih nasionalisme di dada pemuda-pemuda Indonesia. Salah satu team yang sempat menjadi jawara liga Indonesia adalah team Persebaya dari Surabaya yang berjuluk ”bajoel Ijo”. Persebaya di dirikan oleh Paijo dan Pamudji.pada awal berdirinya, Persebaya bernama Soerabhaianche Indonesische Voetbal Bond atau di singkat SIVB ( angel rek mocone hehehe ).Pada saat itu di surabaya juga ada klub sepak bola bernama Sorabaiasche Voebal Band ( SVB ) ini berdiri pada tahun 1910 dan pemainnya adalah orang orang Belanda yang ada di Suarabaya. Ketika Belanda kalah dari jepang pada tahun 1942, merosotlah prestasi SVB. Sebaliknya, SIVB yang hampir semua pemainnya adalah orang pribumi dan sebagian kecil orang Thionghoa prestasinya sangat melejit. Akhirnya pada tahun 1943 SIVB berganti nama menjadi PERSIBAJA (Persatuan Sepak Bola indonesia Soerabaja) pada era ini persibaja di ketuai oleh Dr. Soewandi.kala itu Persibaja berhasil meraih gelar juara antar bonden (antar klub) pada tahun 1951 dan 1952.Tahun 1960, nama Persibaja di ganti menjadi PERSEBAYA (Persatuan Sepak Bola Surabaya). Pada era perserikatan ini,prestasi Persebaya juga istimewa.Persebaya adalah salah satu dari raksasa perserikatan selain PSMS Medan PSM Makassar,PERSIB Bandung maupun PERSIJA JAKARTA.Dua kali PERSEBAYA menjadi juara pada tahun 1978 dan 1987.Prestasi gemilang persebaya terus terjaga ketika PSSI menyatukan klub Perserikatan dan Galatama dalam kompetisi bertajuk LIGINA sejak tahun 1994.berselang 10 tahun setelah merebut gelar juara Perserikatan pada tahun 1987,persebaya merebut gelar Ligina III pada tahun 1997.siklus juara sepuluh tahunan tersebut berhasil di pecahkan ketika tahun lalu pada Ligina ke X, Persebaya merebut gelar juara untuk kali kedua.dan prestasi Persebaya ini belum ada klub yang mampu menyamainya.

Akan tetapi dibalik kesuksesan persebaya, belum tentu tanpa konflik yang ada di dalam internal pemain. Konflik yang terjadi lebih banyak mengenai masalah kontrak. Dading P. Hasta yang merupakan penasihat hukum enam mantan pemain Persebaya memutuskan melaporkan pengurus Persebaya ke Polda Jawa Timur (Jatim), setelah memberi masa tenggang pasca pengiriman surat somasi ketiga pada Juli 2009 silam. Menurut Dading, laporan yang dilakukannya murni untuk hak dari kliennya, yakni enam mantan pemain Persebaya (Rustanto Sri Wahono, Kurnia Sandy, Jordie Kartika Asmara, Moch Fachrudin, Bejo Sugiantoro, dan I. Putu Gede), yang masih memiliki uang sisa kontrak dan belum dibayar manajemen. Tuntutan pada pihak kepolisian karena tidak ada itikad baik dari pengurus maupun manajemen Persebaya, untuk menyelesaikan kewajibannya. Padahal, para pemain tersebut sudah menjalankan tugas sesuai klausul kontrak yang disepakati. Sisa kontrak enam mantan pemain Persebaya tersebut senilai Rp 517 juta tersebut, sedianya akan dilupakan begitu saja. Kontrak merupakan bagian yang melekat dari transaksi bisnis baik dalam skala besar maupun kecil, baik domestik maupun internasiomal. Fungsinya sangat penting menjamin bahwa seluruh harapan yang dibentuk dari janji–janji para pihak dapat terlaksana dan terpenuhi. Dalam hal terjadi pelanggaran maka terdapat kompensasi yang harus dibayar. Kontrak dengan demikian merupakan sarana untuk memastikan apa yang hendak dicapai oleh para pihak dapat diwujudkan dalam sebuah hubungan kerja.

Menurut Imam Soeporno, hubungan kerja mempunyai arti sebagai berikut: “Pada dasarnya hubungan kerja adalah suatu hubungan antara buruh dengan seorang majikan, terjadi setelah diadakannya perjanjian antara buruh dengan majikan, diman buruh menyatakan kesanggupannya untuk bekerja kepada majikan dengan menerima upah dan majikan menyatakan kesanggupannya untuk memperkerjakan buruh dengan membayar upah.”

 Definisi perjanjian menurut Pasal 1313 BW adalah suatu perbuatan dengan mana satu orang atau lebih menempatkan dirinya pada satu atau lebih. Perjanjian Kerja didasarkan pada kesepakatan, seperti ysng diatur dalam pasal 1320 BW. Menurut pasal 1320 BW, perjanjian adalah merupakan salah satu sumber perikatan. Definisi dari perikatan sendiri menurut Subekti adalah sebagai berikut: “Perikatan adalah suatu hubungan hukum antara dua orang atau dua pihak, berdasarkan mana pihak yang satu berhak menuntu sesuatu hak dari pihak lain dan pihak yang lain berkewajiban untuk memenuhi tuntutan itu.”

Perikatan dapat dirumuskan sebagai hubungan hukum harta kekayaan antara dua orang (atau lebih), dimana pihak yang satu wajib melakukan prestasi, sedangkan pihak yang lain berhak atas prestasi itu.

Perjanjian adalah suatu peristiwa seseorang berjanji untuk melaksanakan sesuatu hal. Dan peristiwa ini timbullah suatu hubungan antara dua orang tersebut yang dinamakan perikatan. Perjanjian itu rnenerbitkan suatu perikatan antara dua orang yang membuatnya. Dalam bentuknya, perjanjian itu berupa suatu rangkaian perkataan yang mengandung janji-janji atau kesanggupan yang ditulis atau diucapkan.

Perjanjian lahir pada saat tercapainya kata sepakat diantara para pihak tanpa memerlukan adanya formalitas tertentu. Dalam Pasal 1320 BW dinyatakan bahwa untuk sahnya suatu perjanjian diperlukan empat syarat yaitu :

1.    Sepakat mereka mengikatkan diri.

2.    Cakap untuk membuat suatu perjajian.

3.    Mengenai suatu hal tertentu.

4.    Suatu sebab yang diperbolehkan.

Perkembangan hubungan kerja pada dewasa ini, tidak hanya mengarah pada dunia bisnis semata tapi bidang-bidang usaha lain yang menghasilkan keuntungan atau menghasilkan uang saja, tetapi juga telah berkembang pada sisi-sisi lain kehidupan manusia, seperti misalnya dalam dunia olah raga. Sebagaimana kita ketahui bahwa olahraga itu sangat penting dan sangat diperlukan bagi manusia karena selain sebagai sarana untuk menjaga kebugaran, olahraga juga dapat mencegah suatu penyakit. Dahulu olah raga hanyalah dipandang sebelah mata. Pada waktu itu olahraga hanya sekedar dijadikan sarana untuk meningkatkan kebugaran dan kesehatan jasmani namun pada saat ini olahraga telah menjadi suatu komiditi atau aset yang memiliki prospek cukup bagus di masa mendatang dan bisa menghasilkan uang. Salah satu contohnya adalah olahraga sepak bola. Sepak bola adalah merupakan olahraga rakyat yang paling banyak dilakukan dan juga merupakan olahraga yang mendunia karena olah raga ini banyak digemari oleh semua orang dan sepak bola merupakan olahraga yang paling populer di dunia.

Kedudukan orang yang memiliki modal atau pemilik klub sepak bola dapat dikatakan sebagai pemilik perusahaan atau majikan, sedangkan klub sepak bola sebagai perusahaan dan pemain sepak bola sebagai perusahaan dan pemain sepak bola sebagai buruh atau pekerja. Pihak klub sepak bola memperkerjakan pemain sepak bola dan pemain sepak bola mengikatkan diri untuk bermain sepak bola demi kepentingan pihak klub sepak bola. Sepak bola dapat menghasilkan uang melalui penjualan tiket dari penonton dan sponsor-sponsor yang senantiasa mendukung. Oleh karena begitu banyaknya keuntungan yang bisa dihasilkan, sepak bola pada saat ini dapat dijadikan sebagai suatu profesi baru yang memiliki prospek cukup cerah, sehingga olahraga dapat dijadikan sandaran hidup bagi seseorang untuk mencari nafkah.

Sebelum mereka bergabung membela suatu tim atau klub, terlebih dahulu antara pihak klub sepak bola dangan pemain sepak bola mengadakan suatu perjanjian kerja, dalam perjanjian kerja tersebut dicantumkan hak dan kewajiban masing-masing pihak. Pihak pertama adalah pihak klub sepak bola anggota  PSSI dan  pihak kedua adalah olahragawan  sepak  bola yang menjadikan sepak bola sebagai pencaharian pokok. Dalam peijanjian kerja juga dicantumkan nilai kontrak pemain sepak bola dan tata sewa pembayaran uang kontrak.

Meskipun telah dibuat suatu perjanjian kerja antara klub sepakbola dangan pemain sepak bola, tetapi pada kenyataannya masih banyak sekali penyimpangan dalam dunia persepakbolaan seperti yang telah dicontohkan diatas, terkadang jaminan kepastian hukum pemain sepak bola masih kurang menguntungkan bagi pemain sepak bola, misalnya salah satu pihak melakukan wanprestasi, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), yang dilakukan oleh klub sepak bola dangan seenaknya atau secara sepihak, biaya ganti rugi bagi pemain sepak bola yang mengalami cedera sangat tidak manusiawi, atau nilai kontrak yang diterima oteh pemain sepak bola tidak sesuai dangan yang telah diperjanjikan sebelumnya dan lain-iain. Seharusnya penyelesaian permasalahan tersebut harus berdasarkan perjanjian kerja yang telah dibuat dan juga seharusnya isi dari perjanjian kerja mengakomodasikan kepentingan kedua belah pihak, jangan hanya menguntungkan pihak ktub sepak bola saja.

 

B. Rumusan Masalah  

1.   Bagaimana perlindungan hukum bagi pemain sepak bola dari klub sepak bola berdasarkan perjanjian kerja?

2.  Bagaimana upaya penyelesaian sengketa diantara para pihak?