Menu Lawskripsi

Terdapat 18 Tamu online

Chat dgn Lawskripsi

E-mail

 

PERJANJIAN PENYELENGGARAAN PAMERAN ANTARA PT. JAWA POS GROUP SEBAGAI
PENYELENGGARA DENGAN PESERTA

A. Latar Belakang

Dewasa ini perkembangan perekonomian dan perkembangan masyarakat selalu diiringi dengan perkembangan kebutuhan masyarakat.Terutama dalam hal pemenuhan kebutuhan masyarakat akan sandang, pangan, papan, pendidikan, teknologi dan kebutuhan lainnya yang semakin beragam dan bertambah jumlahnya. Perkembangan kebutuhan masyarakat ini sangat dipengaruhi oleh perkembangan arus informasi. Tanpa informasi yang memadai manusia tidak akan mampu menghadapi perubahan dan tuntutan kebutuhan dalam hidupnya, padahal informasi inilah yang dapat mempererat jalinan bisnis dengan demikian dimungkinkan terpenuhinya kebutuhan yang ada. Oleh sebab itu dibutuhkan suatu media yang dapat menginformasikan suatu perkembangan tersebut, baik perkembangan teknologi, industri, pendidikan dan perkembangan dibidang lainnya yang berhubungan dengan kehidupan masyarakat itu sendiri.

Media yang cocok itu salah satunya adalah pameran. Media ini sangat membantu sekali dalam menginformasikan sekaligus mempromosikan hasil-hasil atau produk-produk yang dihasilkan oleh suatu perusahaan. Misalnya alat komunikasi praktis, komputer, teknologi audio, real estat, properti serta produk-produk lain yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat dalam era pembangunan ini. Pameran atau promosi ini merupakan media yang sangat efektif dan komunikatifbagi perusahaan yang akan mempromosikan produk-produknya. Media ini juga menjembatani serta memberi informasi antara pengusaha, badan pemerintah dengan masyarakat luas, tentang apa dan bagaimana produk yang dipamerkan dan juga memberikan berbagai alternatif dalam usaha pemenuhan kebutuhannya. Jadi dengan kata lain pameran ini merupakan suatu media promosi produk perusahaan, media transaksi dan media yang memberi informasi kepada masyarakat luas.

Pameran ini dapat dilakukan oleh perusahaan penghasil produk itu sendiri atau juga bisa dilakukan oleh suatu perusahaan yang bergerak di bidang penyelenggaraan pameran dimana perusahaan penyelenggara pameran ini diberi hak dan kepercayaan oleh perusahaan pengguna jasa atau peserta pameran untuk mempromosikan produk-produknya sehingga peserta pameran tidak perlu bersusah payah lagi untuk melakukan promosi sendiri yang mungkin saja menghabiskan biaya yang lebih besar, tidak efektif dan tidak efisien. Jika menggunakan jasa perusahaan penyelenggara pameran ini, peserta pameran sudah mendapatkan fasilitas-fasilitas atau sarana yang diperlukan dalam promosi produknya. Seperti halnya yang dilakukan oleh PT. Jawa Pos Group sebagai salah satu perusahaan penyelengara pameran juga menyediakan fasilitas-fasilitas yang diperlukan oleh peserta dalam pameran tersebut. Perusahaan ini menyediakan fasilitas yang diperlukan dari tempat pameran yang dibagi dalam beberapa stand, meja, kursi, karpet, lampu penerangan, dekorasi stand, promosi dan publikasi sampai dengan fasilitas keamanan dan cleaning servise. Jadi dengan biaya yang telah ditentukan atau dengan kontra prestasi dan kepercayaan yang diberikan kepada penyelenggara pameran, peserta pameren bisa mendapatakan fasilitas yang diperlukan untuk mempromosikan produknya seperti yang diharapkan.

Dalam menyelenggarakan pameran ini diperlukan suatu perjanjian yang dapat mengikat para pihaknya, sehingga semua yang dilakukan oleh masing-masing pihak dapat dipertanggungjawabkan dan ada dasarnya. Menurut Sudikno Martokusumo, perjanjian adalah hubungan hukum antara dua pihak atau lebih berdasarkan kata sepakat untuk menimbulakn akibat hukum. Perjanjian itu sendiri merupakan bentuk dan kesepakatan yang merupakan pernyataan kesesuaian kehendak dari masing-masing pihak untuk saling mengikatkan diri. Jadi disini adanya suatu persetujuan dari para pihak untuk saling mengikatkan diri guna melaksanakan isi perjanjian untuk mencapai tujuan. Dengan adanya perjajian itu para pihak menjadi terikat untuk melaksanakan isi perjanjian yang sudah disepakati bersama. Untuk menjamin kepastian hukum dan perlindungan hukum bagi para pihak, perjanjian itu harus tertulis meskipun tidak menutup kemungkinan dibuat perjanjanjian secara lisan terhadap hal-hal tertentu. Pada perjanjian umumnya selalu dicantumkan secara jelas hak dan kewajiban dari masing-masing pihak, sehingga para pihak mengetahui apa yang menjadi hak dan kewajibannya dalam perjanjian tersebut serta menjamin adanya perlindungan hukum bagi para pihak. Dalam perjanjian penyelenggaraan pameran ini tidak dicantumkan secara jelas hak dan kewajiban dari masing-masing pihaknya. Hal ini terlihat dalam ketentuan tentang pertanggungjawaban jika terjadi kerusakan barang dan kehilang barang. Disini tidak dijelaskan apa penyebabnya dan siapa yang menyebabkannya. Dalam ketentuannya hanya dinyatakan bahwa yang bertanggung jawab atas kehilangan dan kerusakan itu adalah peserta pameran. Disini juga terlihat adanya pembebanan tanggung jawab atau kewajiban yang terlalu memberatkan peserta pameran. Dalam perjanjian penyelenggaraan pameran ini juga tidak ditentukan bagaimana penyelesainnya jika terjadi wanprestasi atau ingkar janji.

Perjanjian penyelenggaraan pemeran inimerupakan perjanjian timbal balik, dimana pada kedua pihak timbul kewajiban pokok, kewajiban pihak yang satu merupakan hak dari pihak yang lainnya, demikian juga sebaliknya hak dari pihak yang satu merupakan kewajiban dari pihak lainnya. Menurut J. Satrio, perjanjian timbal balik adalah perjanjian yang menimbulkan kewajiban-kewajiban ( dan karenanya hak juga ) kepada kedua belah pihak dan hak serta kewajiban itu mempunyai hubungan sah satu dengan yang lainnya. Pihak perusahaan penyelenggaraan pameran berkewajiban melaksanakan tugasnya dalam mempromosikan suatu produk dari peserta pameran dan dia berhak atas suatu pembayaran, demikian juga dengan peserta pameran berkewajiban untuk memberikan suatu pembayaran atas pelayanan jasa dari perusahaan penyelenggaraan pemeran dan dia berhak atas diberikannya pelayanan jasa dalam mempromosikan produknya. Jadi kedua belah pihak bisa menjadi kreditur dan debitur sekaligus. Dalam perjanjian penyelenggaraan pameran ini tidak dicantumkan bagaimana penyelesainnya jika terjadi wanprestasi baik itu dilakukan, oleh penyelenggara maupun peserta pameran, padahal pencantuman ketentuan tersebut sangatlah penting. Dengan tidak dicantumkannya ketentua-ketentuan tentang bagaimana penyelesaian jika hak dari peserta pameran tidak dipenuhi akan memberikan kesempatan kepada penyelenggara pameran untuk mengurangi hak yang seharusnya dilaksanakan.

Perusahaan penyelenggara ini merupakan perusahaan jasa exhibiton, yaitu mempromosikan hasil produk dari peserta pameran. Perjanjian penyelenggaraan pameran ini dicantumkan jadi satu dalam proposal penyelenggara pameran yang ditawarkan kepada peserta pameran.

 

B. Rumusan Masalah

Dari uraian latar belakang permasalahan diatas maka permasalahan yang ada adalah sebagai berikut:

  1. Bagaimana kostruksi perjanjian yang merupakan dasar hubungan hukum antara penyelenggara pameran ?
  2. Bagaimana penyelesaiannya jika terjadi sengketa karena wanprestasi atau ingkar janji dari para pihak yang bersangkutan ?