Menu Lawskripsi

Terdapat 361 Tamu online

Chat dgn Lawskripsi

E-mail

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP KASUS PEMBUNUHAN BERENCANA YANG DIDAHULUI TINDAK PIDANA PERKOSAAN

(Studi Kasus Putusan Pengadilan Negeri No 1379/PID.B/2005/PN.SBY.)

 A.Latar Belakang

Dunia  sesungguhnya penuh misteri pada kali ini ada suatu kejadian tentang  kasus pembunuhan yang disertai perkosaan sehingga terdapat motif maupun tindakan dan mengakibatkan kematian pada korban bahkan kasus tersebut telah mengagetkan semua warga setempat. Hal ini terutama disebabkan  fakta-fakta yang terjadi serta mempunyai  dugaan kuat yang mana kasus seperti ini  membawa aib dari semua orang dan mencemarkan nama baik orang lain atau merugikan kehormatan orang lain, namun perbuatan keji tersebut untuk membalas dendam atas rasa sakit hatinya yang dilakukan pelaku tanpa pikir panjang sehingga tindakan itu telah direncanakan sesuai dengan kemauan pelaku karena pelaku tidak bisa menahan rasa emosi pada dirinya. Pada awal mula kejadian peristiwa kasus ini pelaku yang masih berstatus pelajar SMA berusia 18 tahun serta korban masih berstatus siswa SMP mereka  berdua  masih   terdapat   ada   hubungan  tetangga  dekat  dimana  pelaku  hatinya  mempunyai   rasa senang   dan  cinta  kepada  korban  dengan  setulus hati,  tetapi korban   tidak  pernah   menanggapi   dan   menyatakan cintanya dari pelaku,  meski  karena  itu   pula  pelaku  merasa  cintanya   ditolak  oleh korban  sebab  korban  tidak  suka kepada  pelaku  namun  demikian tapi urusan cinta masih saja tetap diwarnai hal hal negatif, maka pelaku timbul niat jahat  untuk menodai korban dengan pelampiasan hawa nafsu birahinya yang ditimbulkan oleh pelaku serta ada akibat telah meracuni pikirannya.  Sebab pikiran pelaku sangat kesal dengan  segan segan membunuh dan memperkosa pada korban sebagaimana perbuatan pelaku membalas sakit hatinya. Dan   ada   penyebab diluar  diri  pelaku sepanjang  perbuatannya pelaku sungguh sangat keterlaluan melanggar hukum, karena perbuatan mengandung   kelakuan    dan   akibat    yang   ditimbulkannya   ada    kalanya perbuatan pelaku disebabkan adanya niat dan dengan direncanakan terlebih dahulu menghilangkan nyawa orang lain bernama SITI MUZAIYANNAH bagaimana cara perbuatan tersebut dilakukan yang mengakibatkan  korban terbunuh dan diperkosa akibat ulah pelaku. Pelaku pada umumnya mempunyai  keyakinan  bermaksud  menghabisi  nyawa  korban  sehingga ada hal hal yang mempengaruhi pikiran pelaku dimana perbuatannya telah dilakukan.Pada dasarnya dilihat dari ciri ciri maupun latar belakang pelaku kurang baik, sifat perbuatannya berpaling dari perbuatan yang telah dilakukannya, memiliki perasaan ingin berbuat melakukan perbuatannya karena  pikirannya  kacau  dan terganggu disebabkan ada masalah juga seorang pengangguran. Dimana karena ada kepedihan dan menaruh rasa dendam secara terus menerus bagaimanapun juga pelaku adalah seorang iblis, pembunuh dan pemerkosa,  perbuatannya  sangat    biadab  dan  kejam .  Akibat   ini   disertai suatu keadaan atau kejadian yang timbul karena perbuatan pelaku berupa kerugian atas kepentingan orang lain.Suatu bentuk perbuatan yang disengaja dan telah direncanakan sebagaimana perbuatannya diancam dengan hukuman pidana. Kali  ini  korban  yang masih siswa SMP itu telah mengakhiri hidupnya akibat  perbuatan pelaku sekejam itu. Namun tega-teganya pelaku melakukan perbuatannya kepada korban sebab pelaku tergiur hasrat birahi muncul karena untuk melampiaskan nafsu seksualnya, dalam hal ini pelaku mempunyai masalah dengan korban hingga pelaku membunuh dan memperkosanya bahwa tujuan pelaku membuat korban teraniaya semasa hidupnya  dan diakhiri dengan kematian yang sangat tragis. Perlu diketahui hal ini juga dapat disebabkan faktor emosi hasrat pelaku untuk melakukan balas dendam terhadap diri korban, maka penderitaan korban selain menjadi akibat  serius yang membutuhkan perhatian. Oleh sebab itu dengan kasus ini keluarga  korban  merasa  sangat  terpukul, menanggung rasa sedih, menyesali kepergian pada kematian korban serta telah megancam jiwa dan hatinya maupu perasaannya. Sebagaimana  keluarga  korban  tidak terima korban telah dibunuh  dan diperkosa atas perbuatan pelaku segala yang dilakukan guna mendatangkan kepuasan dari perbuatannya. Sebab pelaku dirinya merasa  ada  motivasi yang merangsangnya untuk berbuat dengan  cara  menunjukkan  kebiadaban kepada  korban , bahwa harga diri korban diinjak injak kehormatannya dirampas dikotori dan kemudian dibunuh  dan  diperkosa. Hal inilah yang dimaksud hawa nafsu yang terkendai dapat membuat pelaku melakukan persetubuhan sehingga pelaku tergoda, maka  tindakan  keji tersebut dilakukannya oleh pelaku dimana nasib korban  diperlakukan  secara  tidak manusiawi dan biadab. Sebab ada kekecewaan yang tercapai dilakukan oleh pelaku dapat membuatnya berlaku nekat dan sadis dengan cara membunuh dan memperkosa pada korban tanpa disadari . Dengan demikian sebagaimana tragisnya peristiwa kasus ini telah menimpa  pada  korban begitu mengenaskan saat kematiannya sehingga seseorang yang telah menderita kerugian sebagai akibat dari suatu kejahatan dan atau yang rasa keadilannya secara langsung telah terganggu sebagai akibat pengalamannya sebagai sasaran kejahatan. Pada umumnya latar belakang motivasi dari perbuatan pelaku dimaksud   adalah   dendam,   sakit     hati ,   marah ,    merasa  telah dihina, diejek,merasa  malu  sebab pelaku  tidak tahan menahan  emosi  amarah serta kebencian telah mengganggu pikirannya untuk berbuat jahat kepada korban. Dengan  menindak  terhadap suatu perbuatan tercela yaitu adanya suatu ketentuan  adalah  KUHP merumuskan bahwa perbuatan tercela itu dapat memberikan sanksi terhadapnya jadi kesengajaan pelaku untum membunuh dan memperkosa dianggap mempunyai kehendak serta membayangkan apa yang pelaku lakukan sehingga menyebakan kematian korban. Perbuatan pelaku dibayangi rasa aib dengan mengakibatkan untuk melakukan niat jahatnya menghabisi nyawa korban dan mampu telah mendatangkan akibat dan masalah dimana hak korban telah direnggut dan dirampas keperawanannya oleh pelaku dengan melampiaskan nafsu bejatnya kebinatangan bercorak kebiadaban. Maka hal ini disebabkan akibat perbuatannya tidak manusiawi telah menimbulkan masalah yang terjadi seperti  halnya kejahatan telah menyangkut  suatu hal untuk menangani adanya permasalahan. Gejala gejala kejahatan  mengakibatkan tentang keburukan dan sebagai penyebab dari segala tindakan pelaku. Dimana  perbuatan pelaku telah menimbulkan  permusuhan antara keluarga korban dan keluarga pelaku hingga mengakibatkan pertengkaran saling memukul  dan membawa senjata tajam berupa clurit  dengan memperlakukan sangat kasar sebab orang tua korban tidak terima atas perbuatan  pelaku  sebagaimana  korban telah diperlakukan seperti hewan yang disembelih serta  dengan  cara  melampiaskan nafsu kebiadabannya maka pelaku atau keluarga pelaku bisa dituntut di pengadilan dan juga dihukum seberat-beratnya. Akibat – akibat yang ditimbulkannya ini menjadi tolok ukur suatu kejahatan bahwa perbuatan jahat itu tidak akan mudah terlepas  pula, dengan melibatkan  ditengah masyarakat karena dapat meresahkan dan merugikan, namun kejahatan itu terjadi benar-benar mengakibatkan penderitaan dan penyesalan yang sengaja dibe-   bankan   kepada   pelaku   yang   melakukan perbuatan sifatnya kejam tetapi pelaku adalah seorang penjahat sangat membahayakan bagi semua orang yang juga seorang bajingan. Tiada suatu perbuatan dapat dipidana ibarat mengiris dagingnya sendiri namun pelaku juga akan diancam dan dikenakan hukuman pidana seumur hidup   bila   perlu   hukuman   mati   terdapat pelaku telah melakukan perbuatannya dan menyebabkan matinya korban begitu menyiksakan dan mengeluarkan  darah banyak  akibat dari senjata tajam. Perjalanan panjang para pencari keadilan dalam perkara pidana dimulai dengan terjadinya suatu peristiwa yang diduga merupakan suatu tindak pidana, untuk menentukan suatu peristiwa telah terjadi. Hal ini disebabkan banyak perbuatan-perbuatan kriminal yang hidup di masyarakat sekitar hal ini merupakan suatu perbuatan patut di hukum tetapi didalam KUHP telah mengaturnya, sehingga terjadilan kekosongan hukum bahwa keadaan ini menyinggung rasa keadilan dalam masyarakat.Pembentukan hukum melalui putusan pengadilan, maka dapat sekaligus mengandung dua unsur yaitu disatu pihak  putusan merupakan  penyelesaian atau pemecahan suatu peristiwa bahwa perkara hukum akan diputuskan oleh hakim, akan tetapi beberapa perbuatan dapat dipandang akibat  perbuatan yang dilakukan pelaku sangat tercela, sesuatu perbuatan yang melanggar  kesusilaan,  dari  semua fakta-fakta perbuatan pelaku tersebut memalukan didepan semua umum dan sangat membahayakan bagi semua orang karena kurang terjaganya lingkungan sehingga rasa keadilan didalam masyarakan menjadi terusik lama kelamaan menjadi kuman.Perbuatan pelaku telah mencemarkan nama baik semua orang dan keluarga korban begitu juga didapan muka umum menyatakan ada perasaan permusuhan, kebencian dan serta penghinaan terhadap sesuatu dalam diri pelaku.Dalam penulisan skripsi ini yang akan dikaji lebih lanjut dari  penulis maka dari itu penulis membahas  kasus  pembunuhan  yang   disertai perkosaan  tentunya  ingin  mengetahui   pertimbangan-pertimbangan  hakim dalam  mengambil keputusan perkara no perkara 1379/PID.B/2005/PN.Surabaya   atas nama terdakwa  JUNAIDI  serta mengetahui yang melatar belakangi korban telah dibunuh dan diperkosa oleh pelaku. Korban telah dibunuh dan diperkosa  telah menjadi salah satu jenis kejahatan merampas nyawa korban begitu sadisnya, maka mengingat  kasus ini sudah menyebar kemana mana dapat mengakibatkan masalah dan hal ini segera diselesaikan  di pengadilan, karena hak korban untuk  hidup secara aman  dan damai telah dinodai dikotori dan direnggut keperawanan korban oleh pelaku.Pembunuhan yang disertai perkosaan   adalah  bentuk perbuatan pelaku   dengan  sekejam   kejamnya  ini  melakukan   kejahatannya   didalam kamar korban dan  telah  membawa suatu akibat  dengan adanya kerugian pada orang lain karena telah didatangi pembawa sial dari bisikan setan serta mengakibatkan kekacauan  dalam lingkungan  masyarakat dan hampir setiap hari   kita  melihat  sepintas  penayangan  pada  televisi  maupun siaran-siaran berita tentang kejahatan yang begitu juga dengan membaca surat kabar  khususnya surat kabar Memo yang isinya tentang  peristiwa  peristiwa  kejahatan  yang  terjadi  hal ini sangat berarti untuk menumbuhkan kehati hatian pada anggota masyarakat dan warga setempat.Perbuatan tersebut memang menjadi tujuan si pelaku dengan sengaja untuk menimbulkan akibat menghabisi nyawa korban karena ia telah nekat melakukan perbuatannya sangat sadis. Hal ini dapat disimpulkan dari sifat perbuatan tersebut dilakukan  oleh pelaku serta alat senjata tajam yang digunakan untuk melaksanakan perbuatan telah menjadi keputusannya itu dilaksanakan dengan suatu  resiko akibat dipengaruhi perasaan emosi yang  tinggi was – was atau takut , tergesa – gesa atau terpaksa semata mata tergantung  pada akibat yang timbul sehingga pelaku dianggap mempunyai niat untuk melakukan perbuatan kepada korban.         

B. Permasalahan

Akibat yang diderita korban sampai meninggal dunia sangat mengenaskan  maka   pelaku   bisa    dijatuhi    hukuman   penjara     seumur hidup  menurut  pasal  340   dan   285   KUHP   tetapi    keluarga       korban merasakan  penderitaan   dan    sedih     terhadap    almarhumah       bernama Siti  Muzaiyannah   yang   telah   dibunuh   dan   diperkosa   oleh   pelaku,   maka   pelaku   akan menerima    pembalasan   dari    perbuatan   yang   dilakukan   sehingga   dalam   hal   ini   hukum   harus   bertindak   secepat   mungkin Berdasarkan uraian dari latar belakang yang telah penulis kemukakan diatas maka penulis dapat menarik  masalah  yang timbul dengan adanya  kasus pembunuhan yang didahului tindak pidana perkosaan.Bagaimana pertanggungjawaban pelaku tindak pidana pembunuhan yang didahului oleh suatu tindak pidana perkosaan dalam perkara putusan No 1379/ Pid.B/2005/ PN.SBY ?