Menu Lawskripsi

Terdapat 20 Tamu online

Chat dgn Lawskripsi

E-mail

STUDI KOMPARASI PENYELESAIAN KREDIT MACET DENGAN JAMINAN GADAI DAN FIDUSIA PADA PERUSAHAAN UMUM PEGADAIAN KANTOR CABANG GONDANG KABUPATEN SRAGEN

 

A. LATAR BELAKANG

Salah satu tujuan bangsa Indonesia adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia, hal ini tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945. Demi mewujudkan tujuan tersebut perlu memperhatikan pembangunan di berbagai bidang termasuk di bidang ekonomi dan keuangan. Tercapainya kesejahteraan masyarakat diperlukan pembangunan di bidang ekonomi, sebab dengan kuatnya perekonomian suatu negara berakibat pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat, semakin berkembangnya pembangunan maka kebutuhan masyarakat terhadap dana guna menggerakkan roda perekonomian dirasakan semakin meningkat. Oleh karena itu muncullah kegiatan pembiayaan, tujuannya adalah menyalurkan dana kepada masyarakat untuk kegiatan pembiayaan ekonominya. Kegiatan pembiayaan biasa dilakukan oleh lembaga pembiayaan maupun lembaga keuangan. Kegiatan lembaga pembiayaan lebih menekankan pada fungsi pembiayaan, sedangkan lembaga keuangan lebih menekankan pada fungsi keuangan yaitu jasa keuangan pembiayaan dan jasa keuangan bukan pembiayaan. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa lembaga pembiayaan adalah bagian dari lembaga keuangan juga (Abdulkadir Muhammad dan Rilda Murniati, 2000: 8). Berdasarkan uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa secara garis besar lembaga keuangan dapat dibedakan menjadi tiga yaitu lembaga keuangan bank, lembaga keuangan bukan bank dan lembaga pembiayaan. Lembaga keuangan bukan bank adalah badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang keuangan yang secara langsung atau tidak langsung menghimpun dana dan menyalurkannya kepada masyarakat. Salah satu bentuk dari lembaga keuangan bukan bank adalah Perusahaan Umum Pegadaian. Perusahaan Umum Pegadaian adalah salah satu bentuk lembaga pembiayaan yang diperuntukkan bagi masyarakat luas yang berpenghasilan rendah. Pegadaian menyalurkan dananya kepada masyarakat yang membutuhkan dengan bunga yang relatif rendah dan pelayanan yang cepat. Dana tersebut biasanya digunakan oleh masyarakat untuk kebutuhan-kebutuhan yang mendesak, misalnya biaya pendidikan anak di awal tahun ajaran, biaya pengobatan bagi keluarga yang sakit, biaya kebutuhan idul fitri dan lain-lain. Perusahaan Umum Pegadaian adalah salah satu bentuk lembaga pembiayaan yang diperuntukkan bagi masyarakat luas berpenghasilan rendah yang membutuhkan dana dalam waktu segera (Abdulkadir M dan Rilda M, 2000: 105). Perusahaan Umum Pegadaian bertujuan untuk membantu golongan masyarakat ekonomi lemah dalam mengatasi kesulitan dana yang dibutuhkan segera. Perusahaan Umum Pegadaian juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lapisan bawah yang berpenghasilan rendah dengan mencegah dan menghindari praktek lintah darat dan pegadaian gelap dengan bunga yang tinggi. Perusahaan Umum Pegadaian melaksanakan kegiatan pembiayaan dengan pemberian pinjaman kepada masyarakat. Pinjaman tersebut ditawarkan Perusahaan Umum Pegadaian kepada masyarakat dalam bentuk produk-produk perkreditan antara lain, yaitu: Kredit Cepat Aman (KCA), Kredit Tunda Jual Komoditas Pertanian (Gadai Gabah), Kredit Usaha Rumah Tangga (KRISTA), Kredit Ansuran Sistem Gadai (KRASIDA), Kredit Ansuran Sistem Fidusia (KREASI) dan rahn (Gadai Syariah). Salah satu produk dari Perusahaan Umum Pegadaian adalah KREASI dan KRASIDA. KREASI (Kredit Ansuran Sistem Fidusia) adalah pemberian pinjaman dengan sistem fidusia yang ditujukan bagi masyarakat pengusaha mikro dan kecil, dengan menyalurkan dana kredit cepat, murah, serta mudah dalam pengurusannya dan menggunakannya sistem fidusia. KRASIDA (Kredit Ansuran Sistem Gadai) merupakan pemberian pinjaman kepada masyarakat pengusaha Mikro dan Kecil (dalam rangka pengembangan usaha) atas dasar gadai dengan pengembalian pinjaman dilakukan melalui mekanisme angsuran (www.Pegadaian.or). Penggunaan sistem gadai di dalam Perusahaan Umum Pegadaian tentu saja berbeda dengan penggunaan sistem fidusia. Salah satu perbedaannya adalah pada sistem gadai penguasaan benda yang menjadi objek jaminan ada pada kreditur, sedangkan pada sistem fidusia penguasaan benda yang menjadi objek jaminan tetap berada pada penguasaan debitur berdasarkan atas dasar kepercayaan. Oleh karena dasar dari pemberian kredit dengan jaminan fidusia adalah atas dasar kepercayaan, maka dalam pemberian kredit dengan jaminan fidusia harus terlebih dahulu melewati uji analisis kelayakan usaha dari calon nasabah Perusahaan Umum Pegadaian. Perbedaan lainnya adalah dalam hal apabila terjadi wanprestasi dimana debitur tidak mampu membayar kewajibannya kepada kreditur. Penyelesaian kredit macet dengan sistem gadai maka eksekusi dengan cara lelang dapat mudah dilakukan karena barang jaminan ada pada penguasaan kreditur dan atas dasar kepercayaan, berbeda dengan sistem gadai dimana barang jaminan ada pada kekuasaan debitur, sehingga harus melalui beberapa prosedur terlebih dahulu sebelum dilakukan lelang. Berdasarkan alasan tersebut penulis ingin mengetahui bagaimana perbandingan prosedur pemberian kredit dengan jaminan gadai dan fidusia, dan juga bagaimana perbandingan mekanisme penyelesaian kredit macet dengan jaminan gadai dan fidusia. Hambatan apa yang muncul dalam penyelesaian kredit macet dengan jaminan gadai dan fidusia tersebut merupakan hal yang menarik untuk diteliti. Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis mengambil judul ”STUDI KOMPARASI PENYELESAIAN KREDIT MACET DENGAN JAMINAN GADAI DAN FIDUSIA PADA PERUSAHAAN UMUM PEGADAIAN KANTOR CABANG GONDANG KABUPATEN SRAGEN”

B. PERUMUSAN MASALAH

1.               Bagaimana perbandingan prosedur pemberian kredit dengan jaminan gadai dan fidusia pada Perusahaan Umum Pegadaian Kantor Cabang Gondang Kabupaten Sragen?

2.               Bagaimana perbandingan mekanisme penyelesaian kredit macet dengan jaminan gadai dan fidusia pada Perusahaan Umum Pegadaian Kantor Cabang Gondang Kabupaten Sragen?

3.               Hambatan apa yang muncul dalam penyelesaian kredit macet dengan jaminan gadai dan fidusia pada Perusahaan Umum Pegadaian Kantor Cabang Gondang Kabupaten Sragen dan bagaimana upaya mengatasi hambatan tersebut?