Menu Lawskripsi

Terdapat 52 Tamu online

Chat dgn Lawskripsi

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PENCURIAN UANG MELALUI REKENING BANK DENGAN SARANA INTERNET

 

A. Latar Belakang

Manusia merupakan mahluk sosial sehingga disini manusia tidak bisa hidup sendiri, mereka memerlukan orang lain untuk dapat saling menolong, Aristoteles menyatakan ajarannya bahwa manusia adalah zoon politicon artinya manusia itu sebagai mahluk pada dasarnya ingin bergaul dan berkumpul dengan sesama manusia yang lain. Setiap manusia mempunyai kebutuhan sendiri yang kadangkala searah dengan kebutuhan orang lain, sehingga dapat dilakukan kerjasama untuk mencapai tujuan dari masing individu. Akan tetapi kadang kala kepentingan tiap-tiap individu bertentangan sehingga dapat menimbulkan konflik dalam masyarakat. Agar hal tersebut tidak terjadi maka diperlukan adanya serangkaian petunjuk yang berisi tentang bagaimana seseorang berbuat terhadap orang lain, atau bagaimana manusia bertingkah laku dalam masyarakat. Serangkaian petunjuk yang berisi pedoman-pedoman itu disebut dengan norma/ kaidah sosial. Sebetulnya manusia telah mengetahui bahwa kehidupannya dalam masyarakat pada hakekatnya diatur oleh bermacam-macam pedoman. Peraturan-peraturan inilah yang nantinya menjadi cikal bakal dari hukum. Jadi hukum adalah ketentuan-ketentuan yang timbul dari dalam pergaulan manusia berdasarkan kesadaran dari manusia itu sendiri, sebagai gejala sosial yang merupakan hasil dari pengukuran baik dan buruk tentang tingkah laku manusia dalam pergaulan hidupnya. Hukum menjaga agar jangan sampai terjadi suatu ketidakseimbangan psikis dan fisik di dalam kehidupan suatu kelompok sosial tertentu yang berarti juga selalu menjaga terciptanya keadilan sosial bagi masyarakat. Hukum di dalam masyarakat biasanya terhimpun di dalam suatu sistem yang disusun dengan sengaja, yang sesuai dengan pembidangan. Misalnya, hukum yang mengatur perdagangan, terhimpun dalam Kitab Undang-Undang Hukum Dagang, hukum yang mengatur kegiatan-kegiatan agraria dalam masyarakat, terhimpun di dalam Undang-Undang Pokok Agraria beserta peraturan-peraturan pelaksanaannya dan seterusnya. Akan tetapi tidak selamanya hukum terhimpun dalam suatu sistem yang disusun dengan sengaja, menurut Apeldorn pergaulan hidup sebagai masyarakat yang teratur adalah penjelmaan hukum, adalah sesuatu dari hukum yang terlihat dari luar. Jadi hukum adalah masyarakat itu juga, hidup manusia sendiri, dilihat dari sudut yang tertentu, yakni sebagai pergaulan hidup yang teratur. Hukum sebagai norma memiliki kekhususan, yaitu hendak melindungi, mengatur, menjaga keseimbangan dalam konteks kepentingan umum. Dalam hukum pidana terdapat perbedaan yang esensial dengan hukum yang lain, yaitu hukum pidana bertujuan untuk mencari kebenaran dalam arti yang hakiki, yakni kebenaran yang mendekati keadaan yang sesungguhnya. Dalam perkara pidana setiap aparat penegek hukum dituntut untuk lebih tegas, teliti dan kritis terhadap pelanggaran hukum dan melindungi setiap orang dari tindakan yang ditimbulkan oleh pihak pelanggar hukum tersebut. Penentuan mengenai perbuatan yang dipandang sebagai perbuatan pidana, di Indonesia menganut asas legalitas (principle of legality) yaitu asas yang menentukan bahwa tidak ada suatu perbuatan yang dilarang dan diancam dengan hukum pidana jika tidak ditentukan terlebih dahulu dalam perundang-undangan. Dalam peraturan hukum di Indonesia tercantum dalam Pasal 1 ayat (1) KUHP ini lazim dikenal dengan bahasa latin Nullum Delictum Nulla Poena Sine Praevia lege. Perubahan-perubahan pada masyarakat-masyarakat di dunia pada dewasa ini merupakan gejala yang normal, yang pengaturannya menjalar dengan cepat ke bagian-bagian lain dari dunia, antara lain berkat adanya komunikasi yang modern. Penemuan-penemuan baru bidang teknologi, terjadinya suatu revolusi, modernisasi pendidikan dan seterusnya yang terjadi di suatu tempat, dengan cepat dapat diketahui oleh masyarakat-masyarakat lain yang letaknya jauh dari tempat tersebut. Satjipto Rahardjo menyatakan bahwa pengaruh industrialiasasi dan penggunaan teknologi modern terhadap kehidupan kehidupan sosial menghendaki hukum melakukan adaptasi terhadap perubahan-perubahan yang ditimbulkan oleh pengaruh tersebut. BPHN menyatakan tentang hukum dan perubahan, sebagai berikut: “Hukum bukanlah suatu institusi yang statis, ia mengalami perkembangan. Kita lihat, bahwa hukum itu berubah dari waktu ke waktu. Konsep hukum seperti Rule of Law sekarang ini juga tidak muncul dengan tiba-tiba begitu saja, melainkan merupakan hasil dari suatu perkembangan tersendiri. Apabila disini dikatakan, bahwa hukum mempunyai perkembangan tersendiri, maka yang dimaksud terutama adalah hubungan timbal balik yang erat antara hukum dan masyarakat. Oleh karena itu, dalam membicarakan hukum kita sebaiknya tidak mengabaikan hal tersebut. Pembicaraan mengenai hukum dengan struktur masyarakatnya pada suatu tertentu bermanfaat besar untuk menjelaskan mengapa hukum itu menjadi seperti yang kita kenal. Struktur masyarakat itu merupakan kendala, khususnya dalam menyediakan sarana institusi sosial yang memungkinkan hukum itu mempunyai bentuknya seperti tampil di hadapan kita.” Apabila kita amati kehidupan di sekeliling kita, maka sulitlah untuk menolak kenyataan, bahwa penggunaan teknologi modern telah menguasai hidup kita. Dibanding dengan umur sejarah manusia, teknologi modern ini memanglah masih sangat umurnya. Sekalipun demikian pengaruh dan dampak yang ditimbulkannya dalam kehidupan sosial manusia, sulit ditandingi oleh peristiwa-peristiwa lain dalam. Salah satu perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah komputer. Kata komputer diambil dari suatu bahasa latin yaitu Coputare yang secara harfiah berarti menghitung. Jadi bila ditinjau dari asal katanya maka komputer bisa digolongkan sebagai salah satu jenis mesin hitung. Sehingga pengertian komputer adalah sebuah peralatan elektronik yang mampu menerima data, mengumpulkan data, mengolah data dan menyajikan hasil pengolahan dalam bentuk informasi atau signal yang bisa digunakan untuk mengontrol suatu proses mekanik. Pengertian komputer tersebut tidak berbeda dengan pengertian komputer menurut J.M. Oorschof yaitu sekelompok mesin yang dalam satu kerjasama dan koordinasi ada di bawah control program yang dimasukkan ke dalam memori.  Komputer menurut Andi Hamzah adalah serangkaian atau kumpulan mesin elektronik yang bekerja bersama-sama dan dalam melakukan serangkaian/kumpulan mesin elektronik yang bekerja bersama-sama dan dapat melakukan rentetan atau rangkaian pekerjaan secara otomatis melalui instruksi atau program yang diberikan kepadanya. Sebelum pada wujudnya yang sekarang ini, komputer terus-menerus mengalami perkembangan yang begitu pesat. Sejarah komputer dimulai sejak digunakannya alat hitung sederhana yang dinamakan ABACUS. Adapun istilah komputer itu sendiri baru dikenal oleh manusia pada tahun 1937 yaitu dengan munculnya mesin elektro mechanical yang diberi nama Mark I yang diciptakan oleh Herman Hollerith dari Buffalo, New York. Sedangkan perkembangan komputer dimulai sejak tahun 1945 dengan generasi-generasi sebagai berikut:

1.         Generasi I (1945 – 1959)

Pada generasi pertama ini digunakan tabung-tabung elektronik sebagai penggerak utamanya dengan menggunakan satuan mili detik sebagai satuan kecepatan menghitung.

2.         Generasi II (1960 – 1965)

Pada generasi kedua digunakan transistor sebagai penggarak utamanya.

3.         Generasi III (1965 – 1975)

Pada generasi ketiga digunakan IC (Integrated Circuit) yang disusun dalam satuan chip.

4.         Generasi IV (1975 – sekarang)

Pada generasi keempat yang masih berlaku sampai sekarang sebagai penggerak utamanya tetap digunakan IC tetapi kemampuan proses dan daya tampung memori jauh lebih besar dibandingkan dengan generasi-generasi sebelumnya.

Perkembangan komputer yang begitu pesat akhirnya melahirkan hal yang baru dalam dunia komputer yaitu teknologi internet. Internet adalah sebuah teknologi tinggi di bidang komputer yang sangat besar, terdiri dari atas jaringan-jaringan kecil yang terkoneksi atau terhubungkan secara interaktif dengan komputer di seluruh dunia. Pada awalnya internet bukan dibangun untuk sistem komunikasi global seperti sekarang. Awalnya digunakan oleh militer Amerika Serikat yaitu pada akhir tahun 1960. Advanced Research Project Agency, yaitu departemen pertahanan Amerika Serikat mulai membiayai proyek-proyek yang mengembangkan jaringan komputer guna mendukung kegiatan penelitian militer. Dampak dari perkembangan internet adalah hampir setiap profesi, aktivitas komersial dan industri serta organisasi mungkin akan menemui kesulitan beroperasi jika tidak mengandalkan kecanggihan komputer yang dihubungkan dengan internet. Sejauh menyangkut hukum, internet merupakan peralatan yang amat bermanfaat yang memungkinkan penggunaan sistem pencarian informasi secara besar-besaran dan komputer pun yang telah dihubungkan dengan internet telah menambah peningkatan keuntungan bagi para ahli hukum dalam konteks penyiapan dokumen-dokumen, administrasi, akunting dan penyampaian serta yang paling mutakhir berkaitan dengan landasan keputusan. Teknologi komputer dengan dukungan fasilitas internet telah membuka kemungkinan kegiatan diseluruh bidang, akan tetapi respon dari para pembuat undang-undang dan pengadilan nampaknya masih setengah hati. Suatu faktor penting pada saat mengembangkan dan memperluas hukum pidana adalah ruang lingkup berlakunya dari perbuatan baru yang dilarang itu. Hukum pidana ada kaitannya dengan masalah-masalah kebebasan perdata dan kemerdekaan pribadi. Perbuatan “hacking” merupakan salah satu contohnya. Apabila akses secara tidak sah terhadap suatu sistem komputer dijadikan suatu tindak pidana, maka ini berarti bahwa hacking akan tunduk kepada hukum pidana, sedangkan memasuki halaman tanpa izin, yaitu suatu analogi fisik dari hacking komputer, hanya dapat diselesaikan dengan hukum perdata. Dikatakan bahwa hukum seharusnya tidak semestinya mendapat perlindungan yang berlebihan dari dimasuki tanpa izin dibanding dengan hak milik fisik lain. Perkembangan pesat di bidang teknologi komputer yang dilengkapi fasilitas internet telah menyebabkan timbulnya kejahatan. Komputer dapat mempermudah kejahatan-kejahatan kuno seperti penipuan atau perbuatan curang, serta aktivitas-aktivitas yang lebih baru, yang merupakan kejahatan potensial telah tercipta sebagai contoh perbuatannya yaitu pencurian rekening bank melalui internet yang dilakukan oleh carder. Kasus pencurian bank dengan menggunakan fasilitas internet yang pernah terjadi pada tahun 2003 adalah kasus Dody Susilo Haryanto, yang bertempat tinggal di Malang, tersangka pelaku tindak pidana pencurian rekening bank milik seorang Warga Negara Amerika dengan nama Wong Sin bertempat tinggal di Los Angeles Amerika Serikat. Dody yang masih duduk di bangku kuliah di Fakultas MIPA Jurusan Elektronika Universitas Brawijaya ini dituduh telah mengambil rekening milik Wong Sin sebesar 6700 dollar dan Dody mengakui perbuatan yang dituduhkan kepadanya tetapi tidak mengakui besarnya uang yang diambil sebagaimana dimuat di beberapa media massa. Dody mengaku telah mengambil rekening sebesar 600 dollar. Selain itu, belakangan ini Indonesia sedang diramaikan dengan berita pembobolan ATM. Para nasabah tiba-tiba saja kehilangan saldo rekeningnya akibat dibobol oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Perbuatan pencurian uang melalui rekening bank dengan sarana internet yang dilakukan oleh carder ini merupakan suatu fenomena yang tidak dapat dihindari, akibat dari penguasaan informasi, khususnya di bidang perbankan. Di Indonesia ketentuan mengenai pencurian uang melalui rekening bank dengan sarana internet, belum terdapat ketentuan yang spesifik. Yang ada hanyalah pencurian dengan bentuk pokok sebagaimana diatur dalam Pasal 362 KUHP. Pencurian uang melalui rekening bank dengan sarana internet dilakukan oleh pelaku cukup hanya di depan komputer yang ada di rumah atau di warung internet yang menyewakan internet serta bisa dimana saja asal terhubung dengan fasilitas internet. Pelaku dapat melakukan pencurian uang melalui rekening bank dengan sarana internet tersebut hanya dengan menggerakkan jari-jari tanpa perlu adanya persentuhan yang aktif. Dari permasalahan tersebut, maka penulis tertarik untuk membuat suatu karya tulis dengan judul: “Tinjauan Yuridis Terhadap Pencurian Uang Melalui Rekening Bank Dengan Sarana Internet”

 

B. Perumusan Masalah

1.      Bagaimana bentuk kejahatan yang berkaitan dengan bidang teknologi informasi?

2.      Bagaimana kebijakan hukum pidana mengenai pencurian uang melalui rekening bank dengan sarana internet?