Menu Lawskripsi

Terdapat 98 Tamu online

Chat dgn Lawskripsi

SANKSI TERHADAP PENYALAHGUNAAN NARKOBA (STUDI PERBANDINGAN ANTARA HUKUM PIDANA ISLAM DAN HUKUM PIDANA NASIONAL)

 

A.           Latar Belakang Penelitian

Penyalahgunaan Narkoba (Narkotika dan obat-obat berbahaya) adalah kejahatan Internasional, setiap zaman mempunyai cirri-ciri sendiri. Di zaman era globalisasi saat ini masyarakat turut berkembang, di mana perkembangan tersebut di ikuti proses penyesuaian diri yang terkadang proses penyesuaian tersebut terjadi secara tidak merata, dengan memanfaatkan perkembangan teknologi paling mutakhir dan canggih dalam bidang telekomunikasi dan transportasi. Teknologi yang di gunakan dalam modus operandi penyalahgunaan narkoba ini tidak sebanding dengan yang di miliki oleh aparat penegak hukum di Indonesia. Pembangunan kesehatan sebagai bagian integral dari pembangunan nasional diarahkan guna tercapainya kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang optimal, yang dilakukan melalui berbagai upaya kesehatan, diantaranya penyelenggaraan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Meskipun narkoba sangat diperlukan untuk pengobatan dan pelayanan kesehatan, namun bila disalahgunakan atau tidak sesuai dengan standar pengobatan, apalagi jika disertai dengan peredaran narkoba secara gelap atau illegal akan menimbulkan akibat yang sangat merugikan perorangan ataupun masyarakat, terutama generasi muda yang dapat menimbulkan bahaya yang sangat besar bagi kehidupan dan nilai-nilai budaya bangsa yang bisa melemahkan ketahanan nasional. Penyalahgunaan narkoba dan ketergantungan narkotika dan obat berbahaya (narkoba) mempunyai dimensi yang luas dan kompleks, baik dari sudut medis, maupun psikososial (ekonomi, politik, sosial, budaya, kriminalitas, kerusuhan massal, dan sebagainya). Yang memprihatinkan masyarakat adalah justru yang menjadi korban narkoba adalah anak-anak yang masih tergolong anak usia sekolah. Korban penyalahgunaan umumnya remaja dan dewasa muda 16-25 tahun. Ada juga penyalahguna dari beberapa golongan selebritis atau orang terkenal, yang justru mereka sedang dalam usia produktif dan merupakan sumber daya manusia atau aset bangsa di kemudian hari. Kondisi ini sungguh sangat memprihatinkan sekali karna kalau tidak di atasi jelas akan merusak generasi muda Indonesia, dan akan menjadi bahaya yang sangat besar bagi kehidupan manusia, bangsa, dan negara. Kejahatan narkoba telah bersifat transnasional yang di lakukan dengan modus operandi yang tinggi dan teknologi yang canggih. Peredaran narkoba, secara illegal di Indonesia telah cukup lama dan semankin meningkat. Indonesia yang mulanya sebagai negara transit perdagangan narkoba kini sudah di jadikan daerah tujuan operasi oleh jaringan narkoba internasional. Hal ini terbukti dengan banyaknya pengedar berkebangsaan asing yang tertangkap dengan penyitaan barang bukti narkoba dalam jumlah besar dan dengan modus operandi yang bermacam-macam. Penyalahgunaan narkoba telah berada pada tingkat yang sangat membahayakan, selama masyarakat memandang bahwa memerangi bahaya narkoba adalah tugas pemerintah semata-mata, maka selama itu pula upaya pemberantasan narkoba tidak akan berhasil, narkoba hanya dapat di perangi dan menangi bila semua memahami dan menyadarinya serta memandang bahwa bahaya narkoba sebagai musuh bersama dan mengambil peran aktif dalam upaya memeranginya, dalam hal ini selain pemerintah dan masyarakat, organisasi berbasis keagamaan, pemerintah, LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), lembaga hukum, bersama-sama meningkatkan dan memberdayakan masyarakat menuju kehidupan yang sehat baik dari aspek mental, jasmani, maupun spiritual. Di seluruh dunia, banyak program yang didirikan dengan maksud mencegah penyalahgunaan narkoba, atau untuk mengobati mereka yang terkena narkoba melalui kepercayaan dan praktek-praktek agama tertentu. Pendekatan ini banyak dilakukan di Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya. Di Barat, agama tidak begitu menonjol dalam mencegah penyalahgunaan narkoba, namun percaya bahwa program-program berbasis keagamaan benar-benar memiliki kepedulian ke arah sana. menyadari banyak tantangan yang dihadapi generasi muda di negara Indonesia. Penggunaan obat-obat terlarang, termasuk penggunaan alkohol dan produk-produk tembakau, terus meningkat dalam masyarakat terutama para remaja, dan di beberapa tempat, obat-obat terlarang tersebut telah menarik pemuda dalam dunia kejahatan dan kecanduan yang mematikan. Setiap orang, masyarakat, keluarga, dan individu-individu serta penanaman nilai-nilai yang kuat, yang berakar dari kepercayaan agama merupakan faktor perlindungan yang efektif guna mencegah dampak penggunaan narkoba sebagai tindakan yang beresiko tinggi. Narkoba dalam konteks hukum Islam adalah termasuk masalah ‘ijtihadi, karena narkoba tidak disebutkan secara langsung di dalam Al Quran dan Sunnah, serta tidak di kenal pada masa Rasulullah SAW. Ketika itu yang ada di tengah-tengah masyarakat yang mayoritas peminum khamr. Yang penulis maksud dengan Hukum Pidana Islam yaitu ilmu yang berkenaan dengan larangan-larangan syara’ yang di ancam oleh Allah SWT. Dengan hukuman had atau ta’zir yang di peroleh atau di gali dari Al Quran dan Hadist, atau lazim di sebut fiqih jinayah. Sedangkan yang penulis maksud dengan Hukum Pidana Nasional yaitu hukum yang mengatur tentang pelanggaran-pelanggaran, kejahatan-kejahatan terhadap kepentingan umum dan perbuatan yang di ancam dengan hukuman yang di atur di dalam KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana), dan pada kasus penyalahgunaan Narkotika ialah Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Penulis ingin mendalami dan memahami lebih lanjut tentang penyalahgunaan narkoba dalam perspektif Hukum Pidana Islam dan hukum Pidana Nasional terutama tentang sanksi hukumnya dan unsur persamaan dan perbedaan antara kedua sistem hukum tersebut.  Dari uraian tersebut, maka penulis tertarik melakukan penelitian dalam bentuk skripsi dengan judul: “SANKSI TERHADAP PENYALAHGUNAAN NARKOBA (STUDI PERBANDINGAN ANTARA HUKUM PIDANA ISLAM DAN HUKUM PIDANA NASIONAL).”

 

B.            Masalah Penelitian

1.             Bagaimana status hukum pemakai, produsen dan pengedar penyalahgunaan narkoba menurut hukum islam dan hukum pidana nasional ?

2.             Bagaimana sanksi di dalam Hukum Islam dan Hukum pidana Nasional terhadap penyalahguna Narkoba ?

3.             Bagaimana perbandingan antara Hukum Pidana Islam dan Hukum Pidana Nasional terhadap penyalahgunaan Narkoba ?