Menu Lawskripsi

Terdapat 58 Tamu online

Chat dgn Lawskripsi

E-mail

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMEGANG HAK DESAIN TATA LETAK SIRKUIT TERPADU MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2000

A. Latar Belakang

Sejalan dengan berkembangnya pertumbuhan ekonomi maka berkembang pula kehidupan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi terutama pada sektor industri dan perdagangan. Dimana dari sektor industri itulah berbagai produk yang beranekaragam dihasilkan dengan menggunakan teknologi-teknologi yang cangggih dan modern. Hal tersebut dipersiapkan untuk menghadapi persaingan yang lebih berkompeten dalam era globalisasi. Dalam menghadapi persaingan tersebut sekarang ini pertumbuhan ekonomi sangat memerlukan atau tidak mengesampingkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Karena ilmu pengetahuan dan teknologi adalah satu faktor yang dominan dalam memenangkan persaingan dengan menggunakan keunggulan berupa kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi, yang sangat berkaitan dengan bidang kekayaan intelektual.

Dengan itu hak atas kekayaaan intelektual menjadi sangat penting, dikarenakan hak atas kekayaaan intelektual merupakan sesuatu undang-undang yang dibuat untuk melindungi mengenai bidang-bidang yang bersangkutan dengan kekayaan intelektual serta untuk menghindari kemungkinan pemalsuan atau persaingan yang curang. Dengan adanya persaingan tersebut maka hak atas kekayaaan intelektual mempunyai peranan yang sangat penting untuk melindungi agar pemalsuan itu tidak terjadi dan hak atas kekayaaan intelektual mempunyai kaitan yang sangat erat terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi maupun ekonomi. Disebabkan hak atas kekayaaan intelektual merupakan hak yang berasal dari hasil kegiatan kreatif suatu kemampuan daya pikir manusia yang di ekspresikan dalam berbagai bentuk yang memiliki atau mempunyai manfaat dan berguna dalam kehidupan manusia, yang artinya bahwa hak atas kekayaaan intelektual adalah suatu bentuk kekayaan bagi pemiliknya dan dari kepemilikannya itulah seorang mendapat keuntungan. Sehingga dengan hasil karya yang diciptakan itu akan mempunyai peranan penting bagi ekonomi serta ilmu pengetahuan dan teknologi.

Hak atas kekayaaan intelektual merupakan hak atas kekayaan yang timbul atau lahir dari kemampuan intelektual manusia. Hak atas kekayaan intelektual memang menjadikan karya-karya yang timbul atau lahir karena adanya kemampuan intelektual manusia yang harus dilindungi. Kemampuan intelektual manusia dihasilkan oleh manusia melalui daya, rasa, dan karsanya yang diwujudkan dengan karya-karya intelektual. Karya-karya intelektual juga dilahirkan menjadi bernilai, apalagi dengan manfaat ekonomi yang melekat sehingga akan menumbuhkan konsep kekayaan terhadap karya-karya intelektual yang dijadikan asset perusahaan.

Tapi pada umumnya masyarakat kurang mengetahui secara benar mengenai semua yang bersangkutan dengan hak atas kekayaaan intelektual. Masyarakat juga masih rancu untuk memahami dan masih mencampuradukkan tentang batasan serta pengertian hak atas kekayaaan intelektual tersebut. Bahkan dari kalangan penciptaan seperti seniman, desainer (Pedesain), maupun penemu-penemu lainnya pun kurang mengetahui secara tepat bahwa mereka memiliki atas hak karya-karya intelektual mereka sendiri. Dan mereka pun tidak mengetahui kapan dan bagaimana harus menegakkan atau mempertahankan hak tersebut. Sedangkan hak milik intelektual merupakan suatu hak milik yang berada dalam ruang lingkup kehidupan teknologi, Ilmu Pengetahuan, maupun seni dan sastra. Pemilikannya bukan terhadap barangnya melainkan terhadap hasil kemampuan intelektual manusianya yaitu berupa ide.

Di dalam bidang milik intelektual (Intelektual Property), ada bidang yang di khususkan berkenaan dengan ilmu pengetahuan dan diterapkan dalam industri, dimana pengetahuan dibidang ini sering disebut sebagai hak atas kekayaan industri. Yang utama adalah hasil penemuan atau karya-karya yang dapat digunakan untuk dieksploitasi dalam industri. Penggunaan di bidang industri inilah yang merupakan aspek terpenting dari Hak Atas Kekayaan Industri. Hak atas kekayaan industri dibagi menjadi lima bagian yaitu Paten, Merk, Desain Industri, Rahasia Dagang, dan Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu.

Pada dasarnya perkembangan teknologi adalah merupakan hasil dari inovasi dan juga kreasi dari manusia yang semakin bertambah tahun akan semakin bertambah maju pesat (canggih) yang patut untuk kita syukuri, yang mana dengan bertambah maju teknologi, maka akan mempermudah pekerjaan dari manusia itu sendiri.

Dengan adanya perkembangan teknologi tersebut yang mana sangat membantu dalam pekerjaan manusia, maka sudah sepantasnya teknologi tersebut di tempatkan sebagai aset yang berharga, karena dalam proses penemuan dan juga pengembangannya yang tidak sederhana dan juga merupakan daya intelektual dari seseorang, maka teknologi sepantasnya mendapat perlindungan hukum.

Adapun bentuk perlindungan hukum yang diberikan oleh negara terhadap karya Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu tersebut diatur dalam Undang-undang Nomor 32 Tahun 2000 (selanjutnya disebut dengan UU No. 32 Tahun 2000), dan dari undang-undang tersebut Indonesia yang merupakan anggota WTO (World Trade Organization) organisasi perdagangan yang didalamnya memuat tentang TRIPs (Trade Related Aspects or Intelektual Property Rights) mengenai pelaksanaan hak milik intelektual dalam prakteknya. Dan dinyatakan bahwa setiap peserta TRIPs berdasarkan persetujuan peserta TRIPs harus meratifikasi perjanjian tersebut dan mengundangkannya sesuai dengan hukum nasional yang berlaku di masing-masing negara dalam hal ini mencantumkan pengaturan tentang Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu yang mana dengan adanya Undang-undang tentang Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu tersebut, yang walaupun sebenarnya Indonesia bukan merupakan pemain dari teknologi ini (Indonesia belum memiliki keunggulan dalam teknologi ini), akan tetapi pemerintah dengan adanya undang-undang ini dapat dengan sungguh-sungguh memberantas pembajakan-pembajakan yang terjadi seperti pada masa sekarang ini dalam bidang Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu.

B. Perumusan Masalah

  1. Bagaimana bentuk perlindungan hukum bagi pemegang hak Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu menurut Undang-undang Nomor 32 Tahun 2000 ?
  2. Bagaimana kah upaya pemegang hak Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu apabila hak-haknya dilanggar ?